Wajanbolic

Awal bulan kemaren, saya baru beli modem smart EV-DO. Seperti yang sudah-sudah, saya coba cari tips dan trik di kaskus, dan menemukan satu tips penguat sinyal yang menarik. Dari namanya saja sudah cukup lucu, wajanbolic / wajan bolik. Trik ini diciptakan oleh orang Indonesia, bernama Pak Gunadi, yang tinggal di Jogjakarta. Sejarah lengkap dan seluk beluk dari Wajanbolic e-goen bisa dibaca di sini. Membuatnya tidak sulit, namun membutuhkan perhitungan yang detail dan bahan yang cukup banyak walaupun murah (seperti bahan wajan dan bazokanya). Sudah banyak juga yang menjual jadi dengan harga 200.000 – 350.000. Saya sendiri cukup malas untuk membuat alat wajanbolik tersebut karena malas membeli bahan dan merakitnya.

Keisengan pun muncul ketika saya melihat antena tv indor yang saya sempat beli beberapa waktu yang lalu. Bentuknya memang sudah seperti antena parabola mini. Saya pun penasaran, apa bisa ya dibuat sejenis wajanbolik. Di tengah cekungan itu memang sudah ada jarum receiver yang saya anggap titik fokus dari parabola tersebut. Dengan sedikit bantuan tape kertas dan kabel ekstensi USB, saya iseng-iseng merakit menjadi seperti ini…

My very own mini wajan bolic

Hasilnya lumayan terasa. Dari posisi biasa di dalam ruangan biasa hanya dapat download speed kurang lebih 20-40 kbps dari IDWS bisa didorong ke atas hingga 100-140 kbps. Asik juga, laptop yang biasanya cuma buat browsing bisa jadi download station juga. Modal bahan juga cukup murah, antena TV seperti ini bisa didapat dengan harga kurang lebih Rp. 20.000,- hingga Rp. 50.000,-. Tape juga bisa menggunakan tape apa saja, plus kabel USB memang sudah ada di rumah, jadi tidak tambah biaya lagi.

Cangkupan sinyal memang sangat dipengaruhi oleh arah dari antena. Begitu kesenggol sedikit download speed bisa turun jadi 50kbps an.

sebelum menggunakan wajanbolik

Sesudah menggunakan wajanbolik

Mengdownload ria

Iklan

2 thoughts on “Wajanbolic

  1. wah, cukup bagus artikelnya. tp ada yg saya bingungkan, yaitu apakah modem smart itu berhubungan dngn jarum receiver nya atau hanya berhubungan dngn kabel USB ? lalu apakah antenanya d hubungkan pd laptop ? kalau misalnya saya menggunakan modem eksternal biasa, apa dpt berfungsi jg mas ? THX B4 ^^

    • Modem tersebut hanya saya panjangkan dengan kabel ekstensi USB yang banyak didapat di paket modemnya atau ada dijual di pasaran. Yang dihubungkan ke komputer modemnya., dan antena tersebut hanya sebagai alat untuk ‘menaruh’ modem tersebut agar berada di posisi yang lebih baik untuk menerima sinyal. Jarum yang dimiliki oleh antena tersebut saya asumsikan merupakan titik fokus dari antenanya, jadi saya letakan modem di sana, ditempel dengan solatip (hemat-hemat.. hehe) Saya sendiri belum mencoba menggunakan modem lainnya, namun harusnya prinsipnya sama. harap diingat bahwa modem harus diletakan di titik fokus ‘wajan’ antena sehingga penerimaan sinyal dapat secara optimal. Pengarahan antena dan lokasi tempat anda berinternet juga berpengaruh pada kecepatan modem anda.. selamat mencoba~!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s