10 Hal yang Paling (Ga) Penting tentang Herry Husain, SE.

Hmm.. aku juga bingung ini.. tau-tau di tag sama Keven disuruh nulis hal paling ga penting dari aku ini.. wakakak.. Ya sudah, biar ga lama bosen baca basa basi langsung tulis yak?

10 Hal yang Paling (Ga) Penting tentang Herry Husain, SE. :

1. Dari kecil adalah penggemar Kamen Rider. Film KR pertama yg ditonton adalah Ksatria Baja Hitam, dan setelah besar tau-tau diracun KR Kabuto, dan akhirnya seneng nonton sampe KR terbaru, KR OOO. Pahlawan masa kecil lainnya adalah Sailor Moon yang sampe dikoleksi komiknya. (nah lho?)

2. Pribadiku sejak sebelum SMA dan sesudah SMA hampir bertolak belakang. Transformasi kepribadian terjadi ketika SMA masuk sebuah ekstra kurikuler Paduan Suara Gita Bahana dan di situ aku dididik tidak hanya untuk menyanyi, melainkan dididik hal-hal lain seperti gentleman’s manner, ballroom dance, dan melatih jiwa kepemimpinan.

3. Salah satu keputusan yang mengubah hidupku, yaitu keputusan untuk masuk Gita Bahana di nomer dua itu diputuskan lewat sebuah koin. Yup, aku melempar koin karena bingung mau masuk Paduan Suara atau Klub Komputer. Kalau ternyata koin itu jatuhnya berbeda, menurutku hidupku bakal jadi beda banget.

4. 10 buah gelar yang diberikan secara egois dari aku untuk aku :

  • Penulis Blogger malas
  • Choir Singer
  • Programmer Cupu
  • Game Designer (electronic game and board game)
  • Backpackers yang males bawa backpack
  • Boardgame Collector (ga banyak sih maenannya)
  • Coin Collector (terutama dari perjalanan Eropa)
  • Kutu Buku
  • Freelance Photographer
  • Pemain Badminton Cupu

5. Impian ambisius untuk saat ini pengen jalan-jalan (backpacking kalo bisa) ke Jepang, Korea, dan keliling Eropa. Realisasi dimulai dari Korea karena ternyata pergi ke Korea dari GZ ga terlalu mahal 🙂

6. Orangnya ternyata jail luar biasa. Kadang-kadang dimarahi sama orang karena jailnya keterlaluan. Haha.. maaf, kadang memang suka lupa batas, tapi di luar itu, orangnya fun kok. Apalagi kalo uda ngobrol ngalor ngidul ga jelas. Hehe…

7. Daftar riwayat pendidikannya:

  • TKK TADIKAPURI
  • TK Santo Aloysius SA
  • SD Santo Yusuf SA
  • SMP Santo Aloysius SA
  • SMA Santo Aloysius SA
  • Universitas Katolik Parahyangan, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi
  • South China Normal University, International Language and Culture College, Chienese Language Course

Nyadar ga dari TK sampe SMA ada gelar SA nya? Maksudnya itu Sultan Agung, dimana ada kompleks sekolah dari TK sampe SMA. Ga bosen-bosen ya sekolah di situ? Abis mau gimana lagi, tes masuk BPK waktu SMP dan SMA cuma diterima jadi cadangan.. haha..

8. Ulang tahun pada hari dan bulan yang sama ketika orde baru berakhir. Lho? Maksudnya? 21 Mei adalah hari aku lahir ke dunia. Terus 10 tahun kemudian Bapak Presiden kita waktu itu dilengserkan oleh mahasiswa. Ada konspirasi? Kayanya si ga ya. Hanya kebetulan semata. 21 Mei juga hari dimana keluargaku pindah rumah 11 tahun setelah aku dilahirkan.

9. Punya nama panggilan HUEY, si bebek kuning besar. Nama ini diberikan oleh orang yang ngetag aku suruh bikin daftar ga penting ini. Tau kan siapa?

10. Pertama kali sekolah di luar kota sendiri langsung ditendang ke Cina bareng ama pacar tercinta. Buset, ga kurang jauh? Hidup mandiri di luar rumah orang tua ternyata ada enaknya, ada ga enaknya. Tapi tetep, walaupun hidup bareng pacar (beda kamar) tetap nilai-nilai penting moral dan agama harus dijaga. Hehehe…

Naked Marriage

Naked Marriage. Pernikahan telanjang. Menurut anda, apa yang dapat anda bayangkan dari 2 buah kata tersebut?

Nope, not this one.. :-)

Jangan pikir yang aneh-aneh dulu. Saat ini hal ini sedang populer di daratan cina dan menjadi topik perdebatan yang hangat.

Bayangkanlah ketika kamu berpacaran. Umurmu sudah bertambah tua dan memang sudah waktunya untuk menikah. Cowomu, lalu berkata seperti ini:

“Eh, aku disuruh bikin sertifikat nikah sama orang tuaku, kamu mau ga nikah ama aku?”.

Menurutmu gimana reaksi kamu? Sedih marah? Terlebih lagi ternyata cowomu itu ga bawa apa-apa. Dia ga beli cincin kawin, ga berniat mengadakan pesta pernikahan, ga punya rumah/apartemen, ga punya mobil pribadi, ga pergi bulan madu, dan lain sebagainya. Dia hanya membawa kamu ke tempat catatan sipil, membayar 9 RMB (sekitar Rp. 12.000,-) yang dibagi rata 4.5 RMB per orang, dan ya, kalian resmi menikah menjadi pasangan suami istri.

Itu yang disebut dengan Naked Marriage, atau Luo Hun.

Luo Hun ini terjadi karena resesi perekonomian dan krisis ekonomi global 2008 yang juga diderita oleh negara panda ini. Krisis ini menyebabkan para pekerja mendapatkan gaji yang tidak sesuai dengan tingkat inflasi yang ada, sehingga setiap tahunnya gaji yang didapat kenaikannya tidak sesuai dengan kenaikan harga barang. Kalau di Indonesia pasti para pekerja uda demo protes minta naik upah minimal, tapi lain ceritanya di Cina ini. Mereka tetap bekerja dan tetap mencintai negaranya. Pada akhirnya, dampak perekonomian ini membuat banyak kalangan muda-mudi yang sudah waktunya menikah tidak mempunyai uang bahkan hanya untuk membeli apartemen (di Cina tidak diperbolehkan memiliki rumah, hanya boleh membeli/menyewa apartemen, harga jual apartemen saat ini kurang lebih 20.000 RMB, atau sekitar RP 260.000.000,-) sehingga munculah istilah itu.

Menurut mereka, pernikahan telanjang ini menjadi opsi yang patut dipertimbangkan, karena mengingat uang yang mereka pakai untuk mengadakan pesta dan bulan madu dapat mereka gunakan untuk hal-hal lain yang lebih penting, seperti menabung untuk membeli rumah dan merencanakan masa depan mereka.

Masalah lalu kemudian timbul dari hal ini. Tidak semua wanita bermimpi akan menikah dengan hanya membayar 4.5 RMB. Orang tua dari kedua belah pihak juga mungkin akan mempermasalahkan hal ini, bahwa pasangan hidupmu adalah seseorang yang tidak mapan, dan tidak mampu menghidupi keluarga.

Istilah baru kemudian muncul, yaitu Half-naked Marriage, dimana pernikahan tidak sepenuhnya telanjang. Setidaknya ada beberapa faktor di atas seperti cincin pernikahan ada dalam pernikahan. Walaupun demikian, tidak semua orang setuju untuk melakukan pernikahan seperti ini.

Bagaimana menurut anda? Apakah pernikahan yang benar-benar berdasarkan cinta tanpa harta dapat bertumbuh? Janji Cinta sejati seorang wanita untuk mengikuti pria dalam suka maupun duka, dalam senang maupun susah benar-benar diuji dalam pernikahan seperti ini.

Sumber:

  1.  http://schott.blogs.nytimes.com/2010/02/24/luo-hun/
  2. http://www.chinadaily.com.cn/china/2010-02/03/content_9418260.htm

Summer in GZ

Seumur hidup belum pernah aku ngalamin yang namanya 4 musim. Yang ada di Indonesia, atau, Bandung tercinta itu cuma kalo ga ujan tiap hari ya panas tiap hari. Never been in my life that I am glad that I lives in that weather condition.

Here in GuangZhou, it’s a ‘little bit’ different. Well, not that little. Di sini secara umum memang bukan 4 musim. Iklim di GZ itu adalah iklim sub tropis, yang berarti memiliki tiga musim.

Ketika pertama kali datang di sini, suhu di GuangZhou menurut orang bandung (aku) sangat dingin. Mau tidur aja sampai menggigil. Asrama kita yang baik ini tidak menyediakan heater, cuma sehelai selimut super tebal yang tersedia. But, somehow itu aja ga cukup. Sempat aku menderita keram tangan karena tanganku nongol keluar dari selimut. Rasanya SAKIT luar biasa kaya mau putus itu tangan. In the end, aku beli long john atau baju dalam musim dingin sehingga akhirnya bisa tidur dengan lebih nyaman.

Keluar asrama, angin penggigit tulang pun beraksi. Ketika kamu memakai jaket tebal dan baju dalam 4 lapis rasanya kaya jalan telanjang bulat ketika angin datang menerpa. Parah banget dinginnya. Untungnya ketika itu ada diskon jaket penahan angin (wind breaker) sehingga akhirnya bisa nyaman juga jalan-jalan di sini.

And that’s the story in January.

Lalu beberapa bulan kemudian… apa yang terjadi?

PANAS luar biasa. Saat ini di Guang Zhou panas banget banget banget (BUANGET, kata temenku di sini). Suhu di luar rata-rata 31-37. But sometimes it really feels like 41. Suram. Ditambah masalah lain bermunculan. Ternyata yang ngerasa kepanasan itu bukan orang doang. Kutu dan kecoa ikut-ikutan ngadem di kamar para siswa yang dilengkapi AC ini. Woi, kita bayar listrik AC bukan buat kalian para serangga ngadem sambil jalan-jalan nyari makanan!

Kalau udara panas tentu saja ada lagi yang namanya sinar UV. Sebenernya aku bukan orang yang punya masalah dengan kulit, tapi kalau kita panas-panasan di terik matahari di sini, orang bisa secara instant berubah dari putih bagaikan salju menjadi hitam bagaikan arang. Wkwkwkwk… Yah, ga seekstrim itu sih, but you’ve got my point.

Masalah lain kalau musim panas? Orang cina yang males mandi. Haha.. Aku ga akan cerita banyak tentang ini, cuma mau ngasih rumus aja:

(Keringat + Bau Ketek + Panas) ^populasi orang cina di GZ =not good

Anw, ketika panas sudah mulai mereda, sekarang aku sedang merasakan  musim ketiga di GZ ini. It’s raining everyday. I think I like this weather the best. Yeah, kita ga bisa ke luar kamar setiap hari karena hujan, tapi aku memang tidak terlalu menyukai udara yang panas.

A little rain can clears the polution of this city. A little rain can cools of the temperature of this city. And a little rain can also freshens the air of this city.

Well, that’s for now..

I ♥ GZ

To Live At The School

Tinggal di GuangZhou benar-benar merupakan pengalaman baru yang mungkin ga akan aku rasakan kalo tinggal di Indo. Coba bayangkan, pernah ga kalian tinggal di dalam kompleks universitas. Bahkan, asramaku itu terletak di belakang sekolah, sehingga kalo aku buka jendela, keliatan ruang kelas tempat belajar.

Kalau diukur-ukur, jalan dari kamar sampai ke kelas cuma 5 menit aja. Dekat ya? Memang ada kekurangannya, Gedung “Foreign Language and Culture” dari SCNU ini terletak agak di tengah kompleks universitas, sehingga kalau mau keluar kompleks aja butuh waktu jalan kurang lebih 10-20 menit. Haha..

Ada jeleknya juga kalau tinggal di belakang sekolah. Satu waktu ketika bolos pelajaran, aku bahkan bisa liat guruku lagi ngajar di kelasku. Untungnya para guru asik mengajar sehingga ga liatin gedung asrama. Hehe..

Birthday in GZ

Pengalaman ulang tahun di kota sendiri sih uda biasa dialami.. tiap tahun ya pasti ulang tahun di kota Bandung tercinta.. haha.. tapi tahun ini berbeda.. Pertama kalinya aku ulang tahun di kota lain.. di GZ. Dirayainnya bareng temen-temen baru dan suasana baru.

I need to mention that:

1. Di sini kebanyakan siswa-siswi Indonesia nya berasal dari Surabaya.

2. Orang Surabaya JAUH lebih brutal kalo soal ngejahatin orang waktu ulang tahun (terbukti dari cerita temen-temen SBY ku sebelumnya)

Mari melanjutkan, jadi ulang tahun ku itu diawali dengan jam 12 malam Tasya masih dikamarku dan ngucapin Happy Birthday. Aku ga mikir bakal ngasih surprise malem-malem gara-gara biasanya kalo ngasih surprise pasti jam 12 malem kita uda gedor-gedor kamar sang korban sambil teriak-teriak Happy Birthday sampe satpam asrama naek ke atas marahin kita. Anw, tau-tau Medi, salah satu temen Bandung yang super polos mau ke kamarku, mau curhat katanya. Jadi Tasya pulang ke kamar dan Medi pun cerita mencurahkan hatinya (ga tau bener apa ga). Di tengah-tengah obrolan seru, kamarku diketok. Setelah dibuka, ternyata ada teman-teman dekat ku, yaitu Diana, Nancy, Irena dan Tiwi. Mereka ngucapin selamat ulang tahun, lalu Medi (pura-pura ga inget) minta maaf ga tau aku ulang tahun dan ikut ngucapin juga. Lalu aku di suruh ke lobi katanya Tasya mau ngasih surprise buat aku.

Tasya + BIrthday Cake

Aku uda curiga kenapa disuruh turun dan ngasih surprisenya ga di kamar.. tapi ya sudah lah.. namanya juga ulang tahun.. Jadi habis itu aku turun ke bawah bareng mereka dan ngeliat Tasya lagi bawa kue ulang tahun sambil berusaha nyalain lilin. Ternyata anak-anak Indo lain juga uda pada sembunyi di belakang semak belukar dan surprise in aku semua. Seneng banget waktu itu. Akhirnya aku tiup lilin dan diselamatin oleh banyak orang.

SUBARASHI~!!

And then it begins..

What the..?

Tau-tau aku uda dipegangin ama Wiryan, salah satu anak surabaya, lalu ditarik ke pohon dan dilakban ama anak-anak semua. Aku masih bingung, mau diapain ini aku.. Lalu tau-tau tepung, air, cuka, bawang, dll dilempar semua ke muka.. Wex.. (NB: Bawang+ cuka = bau busuk bikin muntah) Parah tuh anak-anak. Dan gara-gara di iket di pohon jadi ga bisa ngapa-ngapain. Untung aja ada Handri dan temen-temen lain (non surabaya) nolongin ngebukain solatip. Langsung aja kukejar anak-anak itu. Ga ada yang dapet pula gara-gara uda cape da uda malem.. haha..

Usai Pembantaian

Habis itu aku langsung naik ke kamar, tau-tau di kamar uda disiapin ama Tasya sabun, ember buat ngerendem baju, detergen, syampo, hair dryer, sampe semprotan pewangi ruangan. Benar-benar sudah siap semua. Untung ada Tasya, jadi baju, celana, dan sendal semua bisa diselamatkan. Soalnya denger-denger hampir tiap orang yang dibantai pas ulang tahun itu mau ga mau akhirnya ngebuang baju bau nya itu.. Hehe.. Thanks Sya..

Anw, akhirnya setelah bertahun-tahun ngelewatin ulang tahun ga pernah diapa-apain (paling juga cuma dibanjur air) tahun ini disiram ramuan super bau dari anak-anak surabaya. I don’t know i have to cry or laugh. Well, I laugh anyway. Thanks guys, it was fun while it last. But always remember… revenge is always cruel.. Muahahahahahahaha~!!!!!

GZ People

Aku sekarang lagi naek bus di kota GZ tercinta ini. Sedikit banyak pengen cerita tentang orang lokal di sini.
Seperti yang sudah diceritakan pada blog sebelumnya, aku kebanyakan ga suka tingkah laku orang lokal di sini. Mereka busng ludah sembarangan, nyetir ugal-ugalan, bau badan dan mulut, suka menyerobot, dan lain lain deh.. Hoho.. Tapi kenapa ya kok negara Cina sendiri merupakan negara dengan perkembangan ekonomi tercepat sedunia. Ternyata mereka punya mental pekerja keras. Bayangin aja, kemaren aku libur 2 hari, yaitu senen dan selasa. Di indonesia, ini berarti hari jumat biasanyanya dijadikan harpitnas. Di sini, orang yang seharusnya libur hari sabtu malah masuk untuk menggantikan hari libur. Pantas saja mereka maju. Rajin bow.. Hoho..

GZ Loves and Hates

GuangZhou.. atau Canton, merupakan kota perdagangan yang dekat dengan HongKong.

Setelah asik berjalan-jalan di kota ini selama 2 bulan terakhir, banyak sekali hal yang dialami olehku. Banyak sukanya, banyak dukanya. Sedikit banyak aku ingin bercerita pengalamanku di GZ ini, what to love, what to hate.

GZ, what to love:

1. Everything in here is extremely CHEAP. The food is cheap, the clothes is cheap, the boardgame is cheap. Semua barang di sini sangatlah murah. Bahkan dibandingkan dengan barang-barang di Indonesia, di sini pasti lebih murah. Keberanian menawar menjadi syarat mutlak untuk barang-barang murah. Ketahuilah dulu nilai dari barang yang akan dibeli.

2. The food is really diverse. Dari masakan cina, korea, jepang, italia, bahkan indonesia ada semua di sini. Canton memang dikenal dengan surganya makanan enak, walaupun tentu saja tidak ada yang mengalahkan masakan rumah di Indonesia tercinta.

3. The boardgame is cheap. Yeah, did i mention that the boardgame is cheap?

4. Public transportation is fun. Berbeda dengan indo, public transportation di sini dikelola dengan sangat baik sehingga untuk pergi dari A ke B sangatlah cepat. (di luar RUSH HOUR)

5. The Canton Fair. The BIGGEST Expo Fair I ever go. Just 1 words are able to describe it. H.U.G.E.

GZ, What to hate:

1. The people. Yup. It’s CK. Cina Kampung. Di ditie kerjaannya nyerobot barisan, mulut bau jigong, badan bau asem, kerjaannya marah-marah kalau berani nawar barang jualannya, etc etc. Ga ada bagus-bagusnya dan semakin sakit hati kalau dipikirin.

2. RUSH HOUR. Did i said that the public transportation is something to love? It’s the other side of the coin when rush hour occurred. Bus penuh, taxi maced, ditie desek-desekkan. Bahkan pernah di bus dan ditie kita berdiri nempel depan belakang kiri kanan ama CK gara-gara emang penuh banget itu bus dan keretanya.  And…. did i mention that CK itu bau mulut + bau badan?  Yeah.. that’s not a good combo..

3. The Food. There’s a thin line between love and hate. I love pork. but after 1 month eating pork = I hate pork. The smell is weird, the taste is oily, and I think when I eat too much of  a pork, i started to smell like one of them.