Sadomachoist

Pernah mencoba sesuatu yang rasanya ‘painfully delicious’ ga? Kita, manusia, memang memiliki sifat masochist. Masochist, atau disingkat maso, menurut wikipedia adalah suatu kenikmatan akibat siksaan. Contoh paling gampang adalah cinta. Menurut saya, cinta sendiri memang suatu pengalaman sadomasochist. Entah pria maupun wanita, pasti pernah menyakiti dan disakiti. Tapi orang tetap mencari pengalaman tersebut.

Kalau memang jatuh cinta menyakitkan, lalu kenapa orang malah terus-menerus menyakiti dirinya sendiri? Biar saja kita hidup menyendiri dan tidak akan disakiti selamanya. Ada beberapa jawaban dari pertanyaan ini. Kesatu, manusia itu makhluk sosial, yang tidak dapat hidup sendiri. Kedua, dan menjadi alasan utama kenapa orang mau jatuh cinta lagi, karena berharap dia tidak akan kembali terluka.

Me? I’m just a mere man. Nothing less, nothing more. Gw mau jatuh cinta lagi, tapi kemudian paradoks itu muncul. Love is so painfully delicious. Mengapa orang mau jatuh cinta lagi? Karena kenikmatan dari cinta itu melebihi rasa sakit yang ia rasakan. Seperti orang mau memegang mawar berduri. Mengapa seseorang mau memegang mawar berduri hingga tangannya berdarah-darah? Karena hasil yang ia dapat, keindahan dan wangi dari bunga mawar itu melebihi rasa sakit yang ia dapatkan. Anggaplah itu adalah suatu harga untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

Iklan